Tomat Kani

Tomat Kani

Tomat Kani adalah tomat hibrida silang tunggal yang cocok di dataran tinggi pada musim kemarau. Tomat kani memiliki ciri bentuk buah lonjong dan ujung buah muda.

Berikut adalah beberapa keunggulan tomat kani :

  • Berat produksi rata-rata tanaman tergolong cukup tinggi dibandingkan tomat lainnya yaitu hingga mencapai 5,73 kg per tanaman.
  • Potensi hasil panen cukup besar hingga mencapai 80,36 ton per hektare.
  • Buah tomat keras dan tahan pengangkutan jarak jauh.
  • Cocok ditanam di dataran tinggi pada musim kemarau. Bisa ditanam di musim hujan namun dengan perawatan yang lebih intensif.

Cara Budidaya Tomat Kani

1. Penyemaian
Langkah awal dalam membudidayakan tanaman tomat adalah dengan menyemai benih tomat. Setelah benih didapatkan, siapkan tempat semai benih terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di dalam kotak persemaian atau biasa dikenal dengan tray semai. Isi tray semai dengan media tanam atau campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1

2. Persiapan lahan
Kemudian siapkan lahan dan untuk menanam bibit tomat dengan cara bersihkan lahan dari gulma dan rumput liar. Setelah itu bajak lahan tersebut agar tanah dilahan tersebut gembur dan membantu tanaman tumbuh.

Buat bedengan dengan lebar 1-1,2 m dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan Anda. Tinggi bedengan yang disarankan adalah 20 hingga 40 cm untuk lahan kering dan 50 hingga 60 cm untuk lahan sawah sebagai pengendalian drainase. Kemudian buat lubang antar baris 60 hingga 80 cm dengan jarak lubang 40 hingga 50 cm.

3. Penanaman
Bibit tomat dari persemaian bisa dilakukan pindah tanam setelah berusia 25 hingga 30 hari setelah semai. Pilih bibit yang tegak, sehat dan cepat pertumbuhannya agar mudah beradaptasi ketika ditanam dilahan.

Penanaman yang disarankan adalah dilakukan pada sore hari agar tanaman tidak layu dan dapat langsung beradaptasi pada lahan yang ditanam.

Usahakan saat menanam, daun tomat tidak menyentuh tanah langsung agar tidak membusuk dan terkena penyakit.

4. Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman tomat hampir sama dengan tanaman lainnya seperti penyulaman, penyiangan, penyiraman dan pemupukan.

Penyulaman dapat segera dilakukan apabila terlihat tanaman mati atau dimakan hama. Penyiangan dilakukan aar tanaman tomat tidak terganggu oleh gulma dan rumput liar.

Agar tanaman tomat tidak kekeringan, lakukanlah penyiraman secukupnya yang disesuaikan dengan cuaca.

5. Panen
Tanaman tomat dapat dipanen selama beberapa kali, namun pertama kali diumur 82-90 hari setelah tanam. Selanjutnya dapat dipanen 3-5 hari sekali hingga buah habis.

Untuk tomat yang akan dipasarkan jarak jauh, sebaiknya dipanen ketika tomat masih hijau atau kira-kira 5 hari lagi menjadi merah. Sedangkan untuk jarak dekat, boleh dipanen ditingkat kemasakan 90% atau ketika tomat berwarna kuning kemerah-merahan.

Hasil Panen

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam. Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam.

Tomat Kani Usia 55 - 60 HST

Berikut adalah tomat kani f1 usia 55 – 60 HST di daerah Ngablak, Magelang, Jawa Tengah

Healthy Cooking

rror sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam. Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem.

Home Farming

rror sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam. Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem.

Benih yang berkualitas menghasilkan panen yang memuaskan

Untuk informasi lengkap tentang benih Tomat Kani
Silahkan klik disini